Saturday, June 2, 2012

Belanja Jangan Tergiur Momen Diskon

belanja barang diskonMendengar kata diskon, telinga para wanita akan langsung terhipnotis. Berbelanja sudah merupakan hasrat terpendam yang hampir ada di setiap diri wanita, apalagi diiming-imingi tawaran harga yang menarik.

Diskon juga memanipulasi pikiran wanita, seakan-akan mendapat momen durian runtuh untuk berbelanja. Setelah kalap berbelanja karena diskon, tak jarang banyak yang menyesal karena ternyata kualitas barang tidak sesuai dengan yang diinginkan atau sudah punya barang yang sama.

Bagi Deputy Managing Director PT Bakrie Swasakti Utama, Anindhita Bakrie, belanja dan diskon memang paduan kata yang sangat menggiurkan. Namun demikian, kata Dhita, saat pembukaan Festival Jakarta Great Sale 2012 di Epiwalk beberapa waktu lalu, ada beberapa pertimbangan penting sebelum memutuskan berburu barang diskon.

Anda bisa meniru tipsnya untuk lebih pintar mengendalikan keinginan belanja.

Pilih sesuai kebutuhan

Meski sedang diskon, kebutuhan tetap menjadi hal penting untuk dipertimbangkan. Diskon membuat kamuflase pikiran, seolah-olah kita membutuhkan barang itu. Tapi apakah Anda benar-benar membutuhkannya? Jangan sampai setelah berebut dan antre panjang untuk mendapatkan suatu barang, sebulan kemudian barang itu sudah tergeletak tak berguna di sudut lemari.

Pertimbangkan kualitas

Kualitas juga perlu dipertimbangkan. Bisa saja, barang yang didiskon adalah barang lama atau retur yang terdapat cacat di salah satu bagian tersembunyi. Cek kembali sebelum membeli, apakan sepadan dengan harganya.

Cek koleksi di rumah

Tidak dipungkiri, saat diskon, semangat belanja kita naik menjadi tiga kali lipat. Sebelum memutuskan membeli, coba ingat-ingat apakah Anda sudah memilikinya di rumah atau belum.

Memanfaatkan momen diskon

Momen diskon besar-besaran bisa menjadi ajang yang lebih menarik dibanding pancingan diskon. Jika belum terlalu butuh suatu barang, Anda bisa menunggu momen yang tepat, separti Jakarta Great Sale kali ini. (vivanews.com)

Wednesday, May 30, 2012

Mengelola Keuangan Keluarga Dengan Baik

Sebagai pasangan baru Anda dan pasangan pasti masih harus banyak melakukan penyesuaian termasuk dalam mengelola keuangan keluarga. Uang memang harus dikelola dengan baik, karena jika tidak nantinya bisa menimbulkan masalah dalam keluarga Anda.

Bahkan menurut Dr. Judy Kuriansky, penulis The Complete Idiot’s Guide to a Healthy Relationship, uang adalah salah satu dari tiga hal yang merupakan sumber masalah dalam sebuah keluarga. Dua sumber lainnya adalah seks dan pengasuhan anak.

Dr. Judy memberikan tips bagaimana mengelola keuangan keluarga. Tips ini bisa Anda intip, tentunya untuk menghindari masalah keuangan yang bisa muncul kemudian hari.

  1. Uang untuk merayakan hari besar. Perayaan hari besar baik hari raya keagamaan, ulang tahun atau hari istimewa lainnya pasti membutuhkan sejumlah uang. Anda pasangan harus sepakat seberapa besar uang yang dialokasikan untuk merayakannya. Tentunya dengan mempertimbangkan keperluan pokok, sehingga uang yang dikeluarkan untuk hari raya tidak menggangu anggaran pokok lain.

  2. Pengangguran, atau pemberhentian sementara. Status penggangguran atau diberhentikan sementara secara otomatis menimbulkan masalah keuangan. Selain itu, tentu saja berpengaruh pada menurunnya rasa percaya diri dan menimbulkan emosi mudah terpancing. Jika hal tersebut melanda Anda atau pasangan sebaiknya diskusikan langkah-langkah penghematan yang bisa diambil. Hal itu untuk menghindari terjadinya pertengkaran yang di picu perbedaan pendapat dalam pengeluaran.

  3. Promosi, dan kenaikan gaji. “Promosi dan kenaikan gaji pun bisa menjadi sumber masalah dalam keluarga,” kata Dr Judy. Anda dan pasangan harus membuat rencana keuangan agar uang yang kelebihan uang yang masuk bisa digunakan dengan baik dan tidak terbuang percuma tanpa bekas.

  4. Kebutuhan anak-anak, hiburan, pendidikan dan rekreasi. Kebutuhan tersebut adalah tentunya harus dipenuhi, dan jangan mengabaikan kebutuhan rekreasi dan hiburan, Karena hal itu bisa mendekatkan Anda dan anak-anak. Untuk itu, buatlah anggaran untuk rekreasi dan liburan bersama keluarga. Ajarkan juga anak-anak untuk mengelola uang jajan mereka.

  5. Rumah, mobil, apartemen. Ketika membeli rumah, mobil atau barang mewah lainnya sebaiknya pikirkan tidak hanya masalah materi tetapi juga emosi. Pengeluaran yang besar tentu berimplikasi pada banyak hal termasuk pengeluaran Anda selanjutnya. Untuk itu, jangan membuat keputusan yang hanya memikirkan diri sendiri saja, pertimbangkan juga kepentingan pasangan. (vivanews.com)

4 Tips Hindari Bertengkar Akibat Uang

Uang memang menjadi isu yang sensitif dalam sebuah kehidupan perkawinan, tak hanya di hampir seluruh negara berkembang tetapi juga di negara-negara maju. Tak mengherankan bila masa krisis seperti saat ini bisa menyebabkan sejumlah pasangan rumah tangga kelabakan dalam mengelola uang dan berakhir pada stres.

Seperti VIVAnews kutip dari Shine, 1 Agustus 2009, sekitar 30 persen warga Amerika Serikat mengatakan resesi telah menambah tingkat stres mereka yang secara langsung maupun tak langsung berdampak pada kehidupan perkawinannya. Persentase terbesar diikuti Perancis sebesar 24 persen, Kanada sekitar 23 persen, dan Jerman sebesar 12 persen.

Ketimbang membedah lebih jauh mengapa warga Amerika lebih ‘menderita’ daripada negara lain, lebih baik kita menyimak sejumlah tips agar Anda bisa terhindar dari masalah rumah tangga yang disebabkan oleh uang. Berikut empat tips jitu untuk menjaga hubungan baik perkawinan dan hubungan bersama pasangan di masa krisis:

Komunikasi dan kejujuran

Di tengah krisis, alangkah pentingnya bila Anda lebih sering berkomunikasi dengan pasangan Anda, tak hanya membicarakan hubungan itu sendiri, tetapi juga soal finansial. Di sinilah waktu yang tepat untuk masing-masing lebih terbuka dan jujur. Ini perlu untuk memudahkan Anda berdua pasangan lebih mudah menghadapi masalah finansial nantinya.

Bekerja sama sebagai satu tim

Ketika dilanda stres, Anda akan dengan gampangnya menyalahkan dan menyerang pasangan Anda, terlebih lagi bila Anda sedang ‘bokek’. Jalan terbaik adalah memastikan Anda berdua berada di pola pikir yang sama, tidak terpisah, dan bekerja sama dalam menyelesaikan semua masalah Anda.

Jangan terlalu sering berkhayal

Berkhayal ataupun membayangkan hal-hal menyenangkan yang belum bisa Anda lakukan atau dapatkan justru akan menambah tingkat stres dan depresi Anda. Jangan terbuai dengan apa yang Anda belum punya, tetapi fokuslah pada apa yang bisa Anda lakukan dan yang Anda mau untuk masa mendatang. Hal ini lebih realistis.

Tetap semangat dan gembira

Ingatkah momen-momen yang pernah Anda lalui bersama pasangan ketika pertama kali bertemu dulu dan jatuh cinta? Coba bawa kembali kesenangan-kesenangan yang pernah dirasakan bersama itu ke masa krisis sekarang ini. Meskipun sekarang ini, Anda sudah tidak sebebas dulu dalam menghabiskan uang, tunjukkanlah ‘sihir’ Anda kepada pasangan yang membuatnya terpesona, seminggu atau sebulan sekali. Jika ‘sihir’ itu adalah membawa kembali atmosfer hubungan intim pertama bersama pasangan, itu terserah Anda. Mungkin memang bukan yang terbaik, tetapi setidaknya dari situ Anda bisa mendapatkan ide baru. (vivanews.com)

Kenapa Wanita Indonesia Tak Mandiri

Hasil survey Citibank Indonesia dalam Citi Fin-Q (Financial Quotient) 2009 yang melibatkan responden wanita menunjukkan bahwa separuh wanita Indonesia tidak mempunyai rencana keuangan.

"Sebagian yang telah mempunyai rencanapun belum tentu melaksanakan rencana keuangannya," ujar Sonitha Poernomo, Vice President Corporate Affairs Head, Citibank N.A. dalam siaran pers yang diterima VIVAnews, 20 April 2010.

Padahal, kata dia, memperingatin Hari Kartini, semangat pahlawan wanita itu dicerminkan melalui peran wanita Indonesia dalam bentuk pergerakan hak dan keadilan yang diekspresikan di kehidupan ekonomi, sosial dan politik, namun untuk permasalahan keuangan, boleh dibilang para kaum hawa tidak memiliki kompetensi yang sepadan..

Lantas, mengapa wanita Indonesia belum mandiri secara finansial? Berikut 5 alasan utama:

1. Terbuai Asmara

Pada umumnya, saat memasuki jenjang pernikahan, wanita mempersilakan pria untuk bertanggung jawab soal keuangan. Banyak wanita yang diajarkan, bahkan bercita-cita untuk bergantung semata pada pasangannya. Kaum pria sering dianggap lebih memiliki kemampuan untuk memperoleh penghasilan dan bertahan dalam kondisi sulit (survive) sementara wanita tidak.

Dalam beberapa kebiasaan ataupun tradisi yang dianut di Indonesia, wanita dituntut untuk menurut saja pada suami dengan imbalan proteksi dari segi keuangan. Ketergantungan ini membuat wanita tidak siap jika pasangan mereka kehilangan pekerjaan, mengalami kecelakaan, atau meninggal dunia – sehingga menyebabkan seorang istri harus mengasuh dan membesarkan anak seorang diri.

Untuk itu hidup di zaman sekarang, wanita semakin dituntut untuk mandiri dan saling mendukung dalam kehidupan berkeluarga.

2. Terlalu Muda Untuk Menabung

Pada saat masih berusia muda, umumnya wanita tidak menaruh prioritas untuk menabung demi masa depan. Wanita lebih mementingkan pengeluaran untuk memperbaiki penampilan dan memperoleh hal-hal yang tidak dimilikinya saat masa kanak-kanak. Kecenderungan ini pada akhirnya menjurus pada kebiasaan belanja kompulsif. Dengan berjalannya waktu, jumlah pengeluaran semakin meningkat dan semakin sulit untuk menciptakan kebiasaan menabung.

Hal yang terbaik untuk mengajarkan nilai uang pada generasi muda adalah dengan memberikan kesempatan pada mereka untuk mulai bekerja selepas usia remaja dan membiasakan mengelola keuangan pribadi.

3. Tergoda Belanja & Terlilit Utang

Iklan dan promosi untuk kecantikan, fashion dan kebutuhan rumah tangga semakin meningkatkan selera belanja wanita. Hal ini membuat para wanita merasa bahwa mereka memiliki kendali terhadap pengeluaran, tetapi sayangnya belanja kompulsif ini semakin menggali utang lebih dalam.

4. Terintimidasi Sukses

Walaupun tingkat penghasilan wanita cenderung lebih rendah daripada pria, kaum wanita terus memperjuangkannya di dunia kerja. Namun kesuksesan di dunia kerja dapat membawa keretakan pada hubungan rumah tangga. Wanita yang memiliki penghasilan lebih tinggi dari pasangan, tangkas menangani pengeluaran dan mengendalikan uang rumah tangga sering dianggap agresif dan tidak feminin baik di mata laki-laki maupun sesama wanita. Untuk menjaga hubungan rumah tangga, terdapat sejumlah wanita yang merelakan hak finansialnya demi keutuhan keluarga.

5. Terdorong untuk Membantu Orang Lain

Wanita selalu mengutamakan suami, anak, orangtua, anggota keluarga bahkan orang-orang yang tidak mampu. Membantu orang lain memberikan rasa bermanfaat dan rasa senang karena telah berbuat baik pada orang lain. Terkadang wanita melupakan dirinya sendiri, sehingga pengeluaran untuk orang lain terus berjalan dan hal ini sangat berbahaya jika ia dan keluarga terlilit utang.

Untuk melanjutkan semangat Kartini guna menciptakan kemandirian wanita Indonesia, maka seyogyanya wanita memperhatikan pengelolaan keuangan. Perlu dilakukan skala prioritas dalam mengatur pengeluaran sehari-hari, sehingga sebisa mungkin mementingkan fungsi daripada sekedar gengsi. Wanita perlu menanam kebiasaan menabung dan berinvestasi, menyiapkan dana darurat dan hidup seimbang dengan mementingkan kebutuhan pribadi dan keluarga. (vivanews.com)

Mengapa Menabung Sejak Dini Sangat Penting

Mempunyai tabungan sejak dini merupakan salah satu cara untuk merancang masa depan anak. Hal tersebut menjadi penting di tengah semakin mahalnya biaya hidup saat ini.

Menanamkan sifat menabung, khususnya bagi anak-anak memang sangat sulit. Untuk itu peran aktif orangtua sangat penting.

General Manager Dana dan Jasa PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Widodo Januarso menilai, jika orangtua tidak aktif mendorong anaknya menabung, sifat itu tidak akan tumbuh dengan sendirinya.

"Kalau dulu kan kita pakai celengan, konvensional. Sekarang kalau mau bikin tabungan orangtuanya harus teken," ujarnya kepada VIVAnews di acara Nonton Bareng Thomas and Friends dan Penarikan Undian Tabungan BRI Junio berhadiah, di Jakarta.

Dia mengungkapkan, selain untuk jangka panjang, tabungan anak bisa juga sebagai asuransi bagi sang buah hati. "Ini penting untuk masa depan anak dalam jangka panjang," katanya.

Pola konvesional seperti itu yang menjadi tantangan terbesar bagi orangtua untuk menumbuhkan menabung bagi anak-anak. "Sekarang minat menabung masih kecil, dan kalau dibiarkan akan semakin menurun," ujar Widodo.

Alasan lain, mengenalkan anak menabung di bank merupakan salah satu bentuk upaya orangtua dalam mengenalkan anak-anak terhadap teknologi, khususnya di era globalisasi saat ini. "Saya punya anak laki-laki, kalau ke ATM dia bawa sendiri, colok sendiri, kelihatan bangga dengan saldonya," katanya.

BRI sebagai salah satu bank BUMN terbesar, menurutnya menyediakan solusi bagi orangtua guna menumbuhkan sejak dini minat menabung. Tabungan BRI Junior menurutnya memberikan akses bagi anak-anak agar mempunyai tabungan sejak dini, tetapi tentunya dengan pengawasan orangtua.

"Kami sudah survei, ternyata di kota-kota besar para orangtua ini memberikan jajan yang cukup besar," ungkapnya. "Seandainya sebagian untuk menabung kan bagus."

Tabungan anak yang mulai dipromosikan BRI sejak Mei 2009 itu peminatnya terus meningkat. Hal tersebukti dari jumlah transaksi tabungan yang meningkat tiap tahunnya.

"Triwulan pertama itu transaksinya Rp1,3 triliun, dengan penabung 500 ribu nasabah. Tahun ini kami targetkan Rp2 triliun dengan nasabah satu juta," katanya.

Untuk itu ke depannya akan terus meningkatkan pelayanan tabungan tersebut dengan memperluas interkoneksi fasilitas tabungan, membuat komunitas nasabah dengan menggandeng karakter-karakter kartun terkenal sebagai pemicu meningkatnya nasabah cilik.

Dengan upaya ini, dia berharap minat menabung generasi muda Indonesia akan terus meningkat. Sehingga pola perencanaan anggaran di masyarakat semakin tertata dengan baik.(vivanews.com)

Tuesday, May 22, 2012

Primbon Jawa

gara2 dsuruh mpok gw cari hari klahiran versi jawa dia apa.....gw jadi tertarik wt liat ramalan-ramalan tntang gw sendiri....mank c gw gag percaya tapi tetep aja gw buka.....kayak gni neyh isi'a....




------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Anda termasuk tipe yang sensitif. Mungkin karena takut disakiti,  anda selalu melindungi perasaan anda. Hati dan pikiran anda mungkin  cukup dalam, tetapi terkadang orang lain menganggap anda tertutup.  Barangkali anda telah mengembangkan penilaian yang tajam terhadap  baik-buruknya watak manusia. Dengan bakat ini, anda dapat menjadi  seorang diplomat yang piawai -- atau malahan seorang manipulator yang  licik! Yang jelas, anda selalu berusaha terlihat baik didepan  teman-teman anda. Walaupun anda mungkin saja mengambil cara yang tidak  langsung atau menunggu saat yang tepat, tetapi lama-lama anda pasti  merebut kesempatan untuk memamerkan kelebihan anda, entah dari segi  material ataupun intelektual.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------



hahahaha...percaya gag percaya c...bukannya gw sombong lho!!! gw cuma kikir gag lebih!!! SUMPAH....qlo gw bo'ong gw berani kaya mendadak....
tp pas mpok gw liat malah bilang "bner tuh im....lo banget....wah..wah harus hati2 neyh gw ma lo,trnyata lo kayak gtu ya"gggrrrrrr(jngan percaya ma ramalan2 kayak gtu,mending bagus hasil'a...qlo jelek jngan d percaya ye,qlo bagus percaya2 ajalah...mumpung gy seneng) tapi dari hati kecil gw itu mank bner sich....hahahaha....gw akuin itulah gw....intelektual gw mank tinggi (sekali lagi gw gag sombong)




meski sedikit tampan yg menyerupai nampan....tapi gw gag pernah sombong (gag ada maksud sombong lho!!!)...meski gw berintelek tinggi tp gw gag pernah umbar-umbar koq....sumpah gw gag pernah sombong...qlo gw memang punya intelektual yg tinggi....ini gw bukan sombong....sekali lagi GAG SOMBONG....

-------------------------------END-----------------------------------

Wednesday, April 18, 2012

Kiat Hidup Hemat Milyader Dunia

Mereka adalah sebagian orang - orang yang dikenal dan sering masuk dalam peringkat paling kaya di muka bumi ini, banyak orang tahu mereka di peringkat berapa, dan berapa jumlah kekayaannya, tapi tahukah anda , bagaimana kiat dan tips yang mereka gunakan untuk menjadi Orang yang mempunyai kekayaan sebanyak itu ? mari kita simak sama-sama

WARREN BUFFET

Pria berusia 81 tahun ini masuk dalam jajaran orang terkaya di dunia, terkenal sebagai investor andal, dan punya banyak perusahaan, serta memiliki aset sekitar 47 miliar dolar AS. Siapa sangka, ia memulai kisa suksesnya dari usianya yang masih belasan.

KIAT HEMAT DAN SUKSES:

  1. Menabung dan Investasi.
    Sejak remaja, ia menyimpan hampir sebagian besar penghasilannya dari pekerjaan sebagai loper koran dan investasi saham yang menguntungkan. Uang yang ia dapatkan, digunakan untuk membeli tanah. Sebab ia tahu kalau investasi memberinya ‘penghasilan lebih’ dibanding hanya menabung.

  2. Say No to Credit Card.
    Ia bilang “Beli apa yang Anda butuhkan bukan inginkan. Utang dan bunganya hanya akan mencekik kita dan tak akan membuat kita kaya.”

CARLOS SLIM HELU

Tahun 2010, majalah Forbes menetapkan Carlos sebagai orang terkaya, mengalahkan Bill Gates dan Warren Buffet. Kalau mau, pria berusia 71 tahun ini bisa menghabiskan uangnya sebesar 1000 dolar AS sekitar Rp 9 juta per menit.

KIAT HEMAT DAN SUKSES:

  1. Hindari Barang Bermerek.
    Bila ada barang serupa dengan fungsi sama yang harganya lebih ‘membumi’ dibanding barang bermerek, pilihlah. Dengan begitu sebagian uang bisa digunakan untuk sesuatu yang bisa menghasilkan uang lebih, seperti bisnis dan investasi.

  2. Orientasi Fungsi.
    Prinsipnya, bila barang lama masih bisa dipakai mengapa harus membeli yang baru? Hingga kini, ia memilih menempati rumah lamanya dibanding membeli rumah mewah dan alat transportasi mahal.

MARSHALL GLICKMAN
Profesi sebagai konsultan keuangan membuat Marshall masuk dalam jajaran orang sukses dan berpenghasilan besar. Ia percaya kalau sukses tak selalu dimulai dengan modal besar.

KIAT HEMAT DAN SUKSES:

  1. Pilih Investasi yang tak Menguras Dompet,
    yaitu menjalin networking dengan menyusun daftar relasi dan menjaga hubungan baik dan mengembangkan ide-ide kreatif tentang bisnis.

  2. Berani Memulai.
    Percaya pada diri sendiri kalau Anda layak untuk sukses. Ingin menjalankan bisnis atau investasi, lakukanlah sekarang!

CHUCK FEENEY, JOHN CAUDWELL , DAVID CHERITON

Pada 1960, Chuck Feeney mendirikan Duty Free Shopper Group, toko bebas pajak bagi para turis, sebelum sebagian besar sahamnya dibeli oleh Louis Vuitton Moet Hennessy pada 1996. Lain lagi dengan John Caudwell, pengusaha asal Inggris yang menggunakan uangnya untuk bisnis ponsel. Sedangkan David Cheriton, profesor Standford University ini menginvestasikan uangnya di perusahaan teknologi. Pertannyaannya, bagaimana mereka mendapat uang untuk mengembangkan bisnis itu?

KIAT HEMAT DAN SUKSES:

  1. Budayakan jalan kaki.
    Selain baik untuk kesehatan, jalan kaki juga menghemat biaya transportasi, baik kendaraan umum maupun mobil pribadi, untuk jarak tempuh dekat.

  2. Memilih transportasi umum daripada mobil pribadi.
    Ternyata, pengeluaran untuk mobil bisa menghabiskan setengah dari penghasilan yang kita punya. Tak hanya bahan bakar, tetapi juga perawatannya.

    9.Tak perlu baju butik mahal.
    Jins dan t-shirt merupakan pakaian favorit Caudwell. Menurutnya, membeli baju mahal adalah cara membuang uang yang mudah.

  3. Jangan sombong.
    Cheriton meyakini kalau sifat sombong dan suka pamer akan menjauhkan kita dari orang-orang terdekat dan lupa untuk meng-upgrade kemampuan karena merasa paling hebat.

INGVAR KAMPARD, FREDERIK MEIJER

Pernah dengar nama IKEA? Toko furnitur kelas dunia ini adalah milik pria 85 tahun, Ingvar Kampard. Bermula dari jualan korek api sejak belia untuk para tetangganya, Kampard menyadari bahwa bisnis memberikan keuntungan lebih. Ia mulai berjualan barang kelontong, mulai dari dekorasi pohon natal, pena, pensil, dompet, bingkai foto, hingga ikan hias. Sama seperti Kampard, Meijer juga memulai usahanya dengan menjalankan toko kelontong ayahnya sejak usia 14. Hingga kini, toko yang diberi nama Meijer berkembang menjadi hipermarket ternama di Amerika.

KIAT HEMAT DAN SUKSES:

  1. Tak Tergiur Fasilitas Mewah.
    Kedua miliarder ini jauh dari kata gengsi. Saat naik pesawat atau menginap di hotel, mereka lebih memilih kelas biasa. Hingga kini, Ingvar masih menggunakan mobil Volvo tua yang ia beli 15 tahun silam. Sedangkan Meijer masih menggunakan mobil sederhananya hingga tak lagi berfungsi.

  2. Berbagi.
    Keduanya juga meyakini, berbagi dengan beramal tak akan membuat siapa pun jatuh miskin.

    "SETIAP RUPIAH YANG DIHEMAT, AKAN MENENTUKAN KEHIDUPAN ANDA DI MASA DEPAN. IBARAT SATU TETES AIR YANG TERBUANG LAMA-LAMA AKAN MENGHABISKAN BERGALON-GALON AIR," kata motivator J. Donald Walters dalam buku Rahasia Para Miliarder karya William Tanuwidjaja.

    SUMBER: (Majalah Chic/Ayunda Pininta Kasih, 2011) (forum kompas.com)