![]() |
| Uang kertas |
Monday, October 15, 2012
Urusan Utang Picu Depresi Akut
Inilah Pemicu Perempuan Susah Kaya
![]() |
| Ilustrasi uang |
Belanja pakaian dan sepatu jelas penting untuk membangun image mengenai diri kita. Namun, Anda tidak harus berbelanja busana, sepatu, atau tas rancangan desainer terkenal hanya supaya bisa diterima dalam lingkungan pergaulan, atau supaya bisa mendapatkan promosi di kantor. Anda masih bisa kok, terlihat menawan dengan budget yang terjangkau. Atau, ketimbang membeli beberapa pakaian dan sepatu yang murah, beli saja satu item rancangan desainer setiap bulan. Jika bulan ini Anda membeli satu pakaian, bulan depan bisa membeli tas.
Baik pria maupun wanita punya kecenderungan untuk jor-joran dengan orang lain. Pria barangkali lebih sering bersaing dalam hal mobil, kamera, atau gadget lain. Kaum perempuan biasanya tak mau kalah dalam hal penampilan, atau juga gadget. Lebih menyedihkan lagi jika Anda melakukannya—lagi-lagi—hanya supaya bisa diterima dalam pergaulan. Akibatnya, Anda akan menghabiskan banyak uang untuk sesuatu yang Anda beli karena tuntutan dari luar, bukan karena kebutuhan Anda.
Banyak perempuan mencoba meredakan stres dengan melakukan retail therapy. Enggak salah sih, kalau dengannya Anda berusaha mengatasi stres atau mood yang tidak menentu. Namun, mencari kompensasi melalui shopping bisa menjadi kebiasaan yang destruktif. Sebab, Anda bisa kehilangan uang dalam waktu yang singkat, bahkan menghasilkan utang. Coba buka kembali lemari pakaian Anda. Adakah pakaian yang belum pernah Anda pakai sejak Anda membelinya karena belakangan merasa kurang pas?
Ketika teman-teman Anda mulai membuka deposito, asuransi pendidikan, mencicil rumah atau kendaraan, Anda masih saja sibuk dengan belanja fashion, makan-makan, atau liburan. Ketika ditanya mengapa tak mulai mencicil rumah, Anda mengatakan, "Ah, beli rumah kan urusan suami!" Bagaimana bila Anda tak kunjung menemukan pasangan, dan tiba-tiba Anda menyadari tak punya simpanan? Tiba-tiba saja Anda merasa ketakutan bila harus hidup sendiri sampai tua, dan tak punya pegangan lain selain pekerjaan saat ini. Bisakah Anda pensiun dengan layak? Hal itu harus Anda pikirkan sejak sekarang, bukan ketika Anda sudah mau pensiun.
Dengan menikah, Anda berharap suamilah yang akan membayar semua kebutuhan atau melunasi utang-utang Anda. Akan tetapi, bagaimana bila kondisi keuangan suami tidak sebaik yang Anda bayangkan? Bagaimana bila ia sendiri menumpuk utang di mana-mana tanpa Anda ketahui? Bagaimana bila akhirnya Anda berpisah, dan ia tidak lagi menyokong keuangan Anda? Banyak juga pasangan muda saat ini yang masih menggantungkan hidupnya melalui pemberian "gaji" dari orangtua. Sampai kapan ketergantungan ini akan berlangsung? Jika sudah dewasa, maka Anda harus mampu bertanggung jawab terhadap diri Anda sendiri, termasuk dalam hal keuangan.
Rendah hati bukan hal yang buruk. Namun, perempuan cenderung meminta gaji yang lebih rendah daripada pria di tempat kerja, dan hasilnya mereka pun digaji lebih rendah. Perempuan juga kurang berani meminta kenaikan gaji atau promosi. Perilaku yang asertif sering dianggap kurang baik, dan perempuan yang menerapkan sikap ini akan dianggap besar kepala. Jika Anda memang yakin dengan kemampuan Anda, maka tidak ada salahnya Anda mempertanyakan kenaikan jabatan atau insentif atas hasil kerja Anda. Jangan termakan anggapan bahwa karena perempuan adalah pencari nafkah kedua dalam rumah tangga, maka penghasilan bukan yang terpenting.
Tuesday, July 17, 2012
10 Kiat Cara Cepat Menghemat Uang
![]() |
| Ilustrasi uang kertas ratusan |
- Belanjakan Dengan Baik
Bikinlah anggaran belanja dan catat semua pengeluaran. Setelah mengetahui kemana seluruh uang mengalir, akan jauh lebih mudah pos mana yang akan Anda kurangi atau bahkan sama sekali potong habis. Setelah itu mulailah hidup dengan kondisi itu. - Tabungan = Tagihan
Anda susah sekali menabung? Setiap kali ada dana berlebih di ujung bulan, Anda selalu gatal untuk menghabiskannya. Coba Anda anggap kewajiban menabung itu sebagai tagihan yang harus dibayar. Memang tidak akan cukup hanya dengan niat. Sebaiknya Anda membuka rekening baru di bank yang sama dan minta bank tersebut secara otomatis mentransfer sejumlah tertentu setiap bulan, seperti halnya bank tersebut membayarkan tagihan telepon atau listrik. - Membuat Bukit
Banyak orang yang menganggap penghasilannya sebulan yang cuma segitu tak memungkinkannya untuk menabung. Tapi seperti kata pepatah, sedikit demi sedikit, lama-lama jadi bukit, begitulah sifat menabung. Kalau Anda bisa mengurangi makan di luar satu kali dalam seminggu berarti menghemat Rp 400.000 perbulan (bila setiap kali makan, Anda menghabiskan Rp 100.000) atau 4,8 juta rupiah setahun. Itu baru dari makan di luar. Coba lihat lagi kebiasaan berbelanja Anda. Rasanya Anda akan mudah menemukan pos penghematan 100 sampai 200 perbulan atau 1,2 dan 2,4 juta rupiah setahun. - Gaji (Anggap) Tetap
Mudah-mudahan perusahaan Anda berbaik hati memberikan kenaikan gaji di awal tahun depan. Tapi jangan buru-buru menaikkan gaya hidup Anda. Berapapun bos menaikkan gaji Anda, cara tersebut tak akan membuat Anda merasa cukup. Bila kenaikan gaji 10 persen dari gaji sebelumnya, sisihkan separuhnya untuk ditabung. Perlakukan seperti tagihan. Minta bank mentrasfer separuh kenaikan gaji itu ke rekening Anda yang lain. Ingat, Anda toh bisa hidup dengan besar gaji sebelumnya. - Tutup Mata
Jangan terlalu sering melihat (iklan) televisi. Atau selebaran yang menawarkan diskon, obral atau cuci gudang. Semua iklan dibikin agar Anda tergoda untuk membeli, dan susahnya kita kerap tergoda dengan embel-embel sale atau diskon sampai 70%. Biasakan membeli apa yang Anda perlukan. Walau barang yang Anda beli lebih murah 70% dari harga sebenarnya, barang itu tetap saja menjadi mahal karena tidak diperlukan dan menjadi pengisi lemari belaka. - Kartu Mati
Memang paling enak menggunakan kartu kredit atau kartu debet. Gesek dan selesai. Anda merasa ringan karena tidak melihat uang yang benar-benar keluar. Sedang jumlah di bon atau bill hanya teringat sebentar. Di masa sulit sekarang ini, cobalah berbelanja dengan uang tunai. Anda akan merasa berat. Kalau tak percaya, Anda boleh mencoba berbelanja di supermarket sebanyak Rp 400.000. Empat lembar seratus ribuan atau delapan lembar limapuluh ribuan akan terasa banyak. Dompet Anda tiba-tiba terasa tipis. Kalau Anda masih tetap memilih berbelanja dengan kartu kredit, biasakan membayar seluruh tagihan yang ada, sehingga Anda terbebas dari bunga. Selain itu, Anda juga akan merasa berat dan mudah-mudahan jera karena terlalu sering menggunakan kartu kredit. - Berhenti Merokok
Bila suami merokok, bantu suami Anda agar menghentikan kebiasaan buruk itu. Coba Anda hitung, bila suami Anda membutuhkan sebungkus rokok favoritnya dalam sehari, maka dalam setahun ia menghabiskan 365 bungkus rokok. Bila harga sebungkus rokok Rp 7.000, maka selama setahun uang yang terbakar sia-sia tak kurang dari 2,5 juta rupiah. Anda tinggal kalikan dua kali bila memiliki kebiasaan yang sama. Kalau berhasil, Anda menghemat lima juta rupiah. Plus paru-paru yang lebih bersih. - Kurangi Jajan
Betul, kurangi jajan. Memang uang untuk membeli gorengan, bakso atau siomay tak terlalu besar, tak sampai 5.000 rupiah. Tapi kalau hal ini Anda lakukan tiap hari, dengan pilihan yang berganti-ganti, maka jumlahnya menjadi lumayan. Apalagi harganya naik mengikuti harga BBM, jumlah pun makin besar. Dalam situasi seperti ini Anda justru boleh berpikir untuk membawa makan siang atau penganan dari rumah. Selain menghemat, gaya hidup ini juga pasti lebih sehat. - Libatkan Semua
Anda tak bisa sendiri menjalankan program kencangkan ikat pinggang ini. Seluruh anggota keluarga harus berpartisipasi. Bahkan jangan ragu melibatkan si bungsu. Anda akan lebih mudah mengajak anak-anak bila diberitahu mengapa uang jajan mereka dikurangi atau makan siang di mal di hari minggu menjadi dua kali sebulan dan tidak lagi setiap pekan. Yang penting Anda juga menunjukkan sikap yang sama. - Boleh Boros
Dengan kenaikan BBM membuat hidup Anda dan keluarga betul-betul murung tanpa kegembiraan. Manjakan diri Anda, keluarga Anda atau sekaligus sekeluarga bila Anda merasa berhasil melakukan penghematan. Tak usah mahal-mahal. Misalnya pergi ke pantai tanpa menginap, atau pergi ke taman hiburan yang ada di kota. Makan siang di mal pun tak apa. Yang penting bukanlah pilihan tempat atau jumlah uang yang dikeluarkan. Pada saat itu Anda dan keluarga boleh saling memberi selamat dan menjadikan progam hidup irit menjadi sesuatu yang menyenangkan dan bukan sebuah penderitaan.(tabloidnova.com)
Empat Cara Hemat dengan Mencintai Uang
![]() |
| Mencintai Uang |
Hemat uang. Mungkin beberapa orang berpikir bahwa mencintai uang identik dengan hura-hura atau berbelanja sesuatu sepuasnya. Padahal, mencintai uang punya makna yang lebih luas.
Belajar mencintai uang adalah cara untuk menjadi lebih dewasa dalam melakukan pengeluaran, misalnya mengambil keputusan yang bertanggungjawab. Hal ini berlaku untuk diri sendiri agar menjadi lebih disiplin dan juga mengurangi emosi karena tidak dapat membeli sesuatu yang mahal. Seperti dilansir oleh About, berikut empat cara yang bisa diterapkan untuk memanjakan diri sendiri dan uang Anda.
- Mencintai Penghasilan
Setiap kali ingin menghabiskan uang, ingatlah bagaimana jerih payah Anda bekerja untuk mendapatkan uang tersebut. Buat perjanjian pada diri sendiri bahwa Anda tidak harus selalu membeli barang apapun yang diinginkan. Ada baiknya jika Anda mencintai penghasilan yang didapat. Kemudian berlakukan penghasilan tersebut dengan bijak, sehingga pengeluaran yang dikeluarkan pun tidak membludak. - Traktir Diri Sendiri
Berapapun jumlah pendapatan yang diperoleh, harus diatur berapa uang yang akan disisihkan untuk masa depan. Usahakan untuk sering melihat jumlah uang yang disimpan di tabungan maupun investasi yang semakin lama semakin meningkat jumlahnya, sehingga Anda merasa sayang untuk mengeluarkan dan menggunakan uang tersebut secara berlebihan. - Menghargai Uang
Fokuskan pada keuangan Anda selama satu atau dua jam setiap bulannya. Berfokus pada keuangan bisa dengan menghabiskan waktu untuk browsing situs mengenai perencanaan finansial atau bisa juga dengan membaca sebuah buku tentangpengaturan keuangan. Bijak Mengeluarkan Uang
Bernegosiasi sebelum membayar bisa diterapkan. Hal ini tidak hanya berlaku untuk pembelian barang saja, namun juga saat berbicara dengan penjual barang tersebut. Menanyakan penjual apakah ada barang yang diberikan potongan harga juga bisa dijadikan alternatif. Sehingga pengeluaran yang dikeluarkan juga jadi lebih sedikit (wolipop.com)
Friday, June 22, 2012
Mengelola Uang Saku Ketika di Rantau
![]() |
| Ilustrasi uang Dollar |
Mengelola Uang Saku Ketika di Rantau
Bila seseorang sudah masuk usia dewasa dan masih menuntut uang saku kepada orangtua, itu terasa memalukan banget, apalagi sampai menuntut orangtua ke pengadilan keluarga, itu tandanya kebangetan. Cerita tersebut terjadi di Negara Spanyol.
Kronologisnya : Seorang pria berusia 25 tahun menuntut kedua orangtuanya di pengadilan spanyol karena tidak memberikannya uang saku. Namun, pengadilan keluarga Spanyol menolak secara mentah tuntutan tidak memberikan uang saku yang diajukan pemuda tersebut kepada kedua orangtuanya. Pengadilan pun memerintahkan pemuda tersebut untuk angkat kaki dari rumah dan mencari pekerjaan agar mandiri. Namun atas putusan Hakim pula pihak keluarga diwajibkan memberikannya uang Rp 2,5 juta untuk dua tahun mendatang untuk membantunya mandiri.
Tidak mau seperti masalah di atas. Cobalah manfaatkan Uang Saku yang diberikan orangtua atau hasil kerja sambilan, ketika berada di rantau.
- Buatlah pos anggaran tertentu, seperti uang beli pulsa
- Utamakan belanja hal yang pokok, seperti bumbuk masak, sabun mandi, pasta dan lain-lain dengan begitu kebutuhan Anda telah tercukupi untuk kesekian minggu atau bulan.
- Masak sendiri dan hindari makan di luar. Kalau Bapak Anda seorang konglomerat tiada masalah makan di restoran. :D
- Buka Rekening Tabungan untuk menyimpan duit yang tersisa, untuk membeli keperluan yang di inginkan. Dengan begitu uang Anda akan tersimpan lebih aman, hanya ditarik bila ada kebutuhan mendadak atau telah lebih dari cukup dari harga barang incarannya seperti ponsel pintar.
Dengan berhemat uang saku Anda sudah tajir dan kelak dapat membeli barang incarannya, seperti ponsel pintar dan jangan lupa selalu kreatif mengelola uang.
Menambah Penghasilan Sebagai Anak Kampus
![]() |
| Cewek Cantik Showroom Mobil |
Mahasiswa merupakan generasi intelektual, kadangkala keintelektualnya tidak di manfaatkan dengan baik, namun lebih banyak ngarepnya. Untuk mahasiswa rantau dan ngekost, pasti membutuhkan protein untuk kelangsungan hidupnya. Pendapatan orangtua alakadarnya, seringkali bikin pusing. Untuk itu cobalah manfaatkan waktu luang mencari uang saku tambahan ketika berada di kampus.
Hindarilah sifat minder, karena sifat tersebut tidak mengajarkan kita untuk mencintai hidup. Nah, gini caranya mendapatkan uang tambahan dari kampus.
- Bila ada tugas materi kuliah, cobalah ajukan diri untuk mengetikkan tugas teman, imbalannya Anda di bayar
- Jualan pulsa, itu tidak memerlukan modal yang besar, setiap orang butuh pulsa, tapi jangan kasih hutang, bisa bangkrut, kapan belanjanya bila pada ngutang semua, ga balik modal buat belanja kembali.
- Jadi Bandar fotokopi, bila ada buku materi yang ingin di fotokopy seisi kelas, cobalah ajukan diri untuk menjadi bandar fotokopy dan mintalah seribu perorang sebagai imbalannya.
Alternatif lain ketika tidak beada di Kampus. Cari kerja sambilan atau bikin usaha, pokoknya kreatiflah. Bila Anda cewek dan berparas cantik cobalah tawarkan diri sebagai penjaga Toko, Warnet, dan lain-lain. Daripada melamun tanpa tindakan nyata, uang tidak akan jatuh dari loteng, :D
Carilah duit di jalan yang halal dan hentikan minta duit mulu sama ortu.
Thursday, June 21, 2012
5 Tips Mengajarkan Anak Menghargai Uang
![]() |
| Mengajarkan Anak Tentang Uang |
Perilaku yang bijak dalam memegang uang sangat penting dimiliki oleh setiap orang, bahkan perlu diajarkan ke anak-anak. Sejak dini, mereka perlu belajar bagaimana cara menyimpan uang dan mengeluarkannya dengan bijak, sehingga kebiasaan ini dapat terus terbawa hingga dewasa nanti. Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mendorong anak memiliki perilaku finansial yang sehat:
Buat anak berusaha untuk mendapatkan uang
Ketika anak ingin mendapatkan uang, Anda bisa menyuruhnya melakukan beberapa pekerjaan ekstra. Perlu diingat, pekerjaan ekstra ini bukanlah pekerjaan yang sebenarnya wajib ia lakukan sebagai bagian dari keluarga. Sebagai ide, Anda bisa memintanya mengumpulkan majalah atau koran bekas yang menumpuk di gudang, kemudian mengikatnya jadi satu, dan menjualnya ke tukang loak. Atau, Anda mendorongnya untuk membuat kerajinan tangan yang kemudian dijual di bazaar sekolah. Dengan begitu anak akan belajar bahwa untuk mendapatkan uang mereka harus berusaha dan bekerja sebaik mungkin. Begitu uang hasil jerih-payah sudah di tangan, mereka akan berpikir dua kali saat akan menggunakannya.- Berikan mereka uang jajan
Uang jajan memang akan membuat mereka bisa membeli apa yang diinginkan, tapi ini juga akan menjadi alat pembelajaran yang baik untuk anak dalam hal finansial. Jika anak sudah cukup besar, Anda bisa memberinya anggaran uang jajan mingguan atau bulanan, disertai dengan pesan bahwa Anda tidak akan memberi mereka lagi apabila uang itu sudah habis sebelum waktunya. Kondisi ini mendorong anak untuk belajar berhitung, dan mengeluarkan uang secara terencana. - Arahkan untuk lebih menggunakan transaksi tunai
Teknologi perbankan di masa sekarang memungkinkan anak untuk membawa kartu sebagai alat ganti pembayaran.Namun, ada baiknya Anda tetap membiasakan mereka untuk membawa uang tunai, karena saat berbelanja mereka akan melihat ketika uang yang dibawanya berkurang. Jadi, mereka akan didorong untuk membeli barang yang benar-benar diperlukan saja. Berikan contoh yang baik pada anak
Anak tidak akan belajar berhemat atau mengeluarkan uang dengan bijak, bila sehari-harinya melihat Anda sangat boros. Karenanya, sebelum Anda mulai mengajar mereka untuk bijak secara finansial, sebaiknya Anda terlebih dulu juga meninjau sejauh mana kemampuan Anda mengelola keuangan. Hal ini akan memberikan dampak langsung pada anak, ketimbang hanya kata-kata belaka.(kompas dan sheknows)
Wednesday, May 30, 2012
Mengelola Keuangan Keluarga Dengan Baik
Sebagai pasangan baru Anda dan pasangan pasti masih harus banyak melakukan penyesuaian termasuk dalam mengelola keuangan keluarga. Uang memang harus dikelola dengan baik, karena jika tidak nantinya bisa menimbulkan masalah dalam keluarga Anda.
Bahkan menurut Dr. Judy Kuriansky, penulis The Complete Idiot’s Guide to a Healthy Relationship, uang adalah salah satu dari tiga hal yang merupakan sumber masalah dalam sebuah keluarga. Dua sumber lainnya adalah seks dan pengasuhan anak.
Dr. Judy memberikan tips bagaimana mengelola keuangan keluarga. Tips ini bisa Anda intip, tentunya untuk menghindari masalah keuangan yang bisa muncul kemudian hari.
Uang untuk merayakan hari besar. Perayaan hari besar baik hari raya keagamaan, ulang tahun atau hari istimewa lainnya pasti membutuhkan sejumlah uang. Anda pasangan harus sepakat seberapa besar uang yang dialokasikan untuk merayakannya. Tentunya dengan mempertimbangkan keperluan pokok, sehingga uang yang dikeluarkan untuk hari raya tidak menggangu anggaran pokok lain.
Pengangguran, atau pemberhentian sementara. Status penggangguran atau diberhentikan sementara secara otomatis menimbulkan masalah keuangan. Selain itu, tentu saja berpengaruh pada menurunnya rasa percaya diri dan menimbulkan emosi mudah terpancing. Jika hal tersebut melanda Anda atau pasangan sebaiknya diskusikan langkah-langkah penghematan yang bisa diambil. Hal itu untuk menghindari terjadinya pertengkaran yang di picu perbedaan pendapat dalam pengeluaran.
Promosi, dan kenaikan gaji. “Promosi dan kenaikan gaji pun bisa menjadi sumber masalah dalam keluarga,” kata Dr Judy. Anda dan pasangan harus membuat rencana keuangan agar uang yang kelebihan uang yang masuk bisa digunakan dengan baik dan tidak terbuang percuma tanpa bekas.
Kebutuhan anak-anak, hiburan, pendidikan dan rekreasi. Kebutuhan tersebut adalah tentunya harus dipenuhi, dan jangan mengabaikan kebutuhan rekreasi dan hiburan, Karena hal itu bisa mendekatkan Anda dan anak-anak. Untuk itu, buatlah anggaran untuk rekreasi dan liburan bersama keluarga. Ajarkan juga anak-anak untuk mengelola uang jajan mereka.
Rumah, mobil, apartemen. Ketika membeli rumah, mobil atau barang mewah lainnya sebaiknya pikirkan tidak hanya masalah materi tetapi juga emosi. Pengeluaran yang besar tentu berimplikasi pada banyak hal termasuk pengeluaran Anda selanjutnya. Untuk itu, jangan membuat keputusan yang hanya memikirkan diri sendiri saja, pertimbangkan juga kepentingan pasangan. (vivanews.com)
4 Tips Hindari Bertengkar Akibat Uang
Uang memang menjadi isu yang sensitif dalam sebuah kehidupan perkawinan, tak hanya di hampir seluruh negara berkembang tetapi juga di negara-negara maju. Tak mengherankan bila masa krisis seperti saat ini bisa menyebabkan sejumlah pasangan rumah tangga kelabakan dalam mengelola uang dan berakhir pada stres.
Seperti VIVAnews kutip dari Shine, 1 Agustus 2009, sekitar 30 persen warga Amerika Serikat mengatakan resesi telah menambah tingkat stres mereka yang secara langsung maupun tak langsung berdampak pada kehidupan perkawinannya. Persentase terbesar diikuti Perancis sebesar 24 persen, Kanada sekitar 23 persen, dan Jerman sebesar 12 persen.
Ketimbang membedah lebih jauh mengapa warga Amerika lebih ‘menderita’ daripada negara lain, lebih baik kita menyimak sejumlah tips agar Anda bisa terhindar dari masalah rumah tangga yang disebabkan oleh uang. Berikut empat tips jitu untuk menjaga hubungan baik perkawinan dan hubungan bersama pasangan di masa krisis:
Komunikasi dan kejujuran
Di tengah krisis, alangkah pentingnya bila Anda lebih sering berkomunikasi dengan pasangan Anda, tak hanya membicarakan hubungan itu sendiri, tetapi juga soal finansial. Di sinilah waktu yang tepat untuk masing-masing lebih terbuka dan jujur. Ini perlu untuk memudahkan Anda berdua pasangan lebih mudah menghadapi masalah finansial nantinya.
Bekerja sama sebagai satu tim
Ketika dilanda stres, Anda akan dengan gampangnya menyalahkan dan menyerang pasangan Anda, terlebih lagi bila Anda sedang ‘bokek’. Jalan terbaik adalah memastikan Anda berdua berada di pola pikir yang sama, tidak terpisah, dan bekerja sama dalam menyelesaikan semua masalah Anda.
Jangan terlalu sering berkhayal
Berkhayal ataupun membayangkan hal-hal menyenangkan yang belum bisa Anda lakukan atau dapatkan justru akan menambah tingkat stres dan depresi Anda. Jangan terbuai dengan apa yang Anda belum punya, tetapi fokuslah pada apa yang bisa Anda lakukan dan yang Anda mau untuk masa mendatang. Hal ini lebih realistis.
Tetap semangat dan gembira
Ingatkah momen-momen yang pernah Anda lalui bersama pasangan ketika pertama kali bertemu dulu dan jatuh cinta? Coba bawa kembali kesenangan-kesenangan yang pernah dirasakan bersama itu ke masa krisis sekarang ini. Meskipun sekarang ini, Anda sudah tidak sebebas dulu dalam menghabiskan uang, tunjukkanlah ‘sihir’ Anda kepada pasangan yang membuatnya terpesona, seminggu atau sebulan sekali. Jika ‘sihir’ itu adalah membawa kembali atmosfer hubungan intim pertama bersama pasangan, itu terserah Anda. Mungkin memang bukan yang terbaik, tetapi setidaknya dari situ Anda bisa mendapatkan ide baru. (vivanews.com)
Wednesday, April 18, 2012
Punya Niat Berwirausaha? Lakukan 4 Hal Ini
Tidak jarang kita sering menjumpai seseorang yang mengatakan, "Saya akan mencoba berwirausaha suatu saat nanti." Tetapi ketika ditanya di lain waktu, orang tersebut masih mengatakan "suatu saat nanti." Alhasil mayoritas dari mereka justru tidak pernah mewujudkan niatnya tersebut.
Kebanyakan dari orang kerap dibayangi oleh kekhawatiran akan risiko ini itu. Pikiran orang bahwa usahanya akan gagal sering kali lebih besar ketimbang keinginannya untuk menjadi pengusaha. Menurut Forbes, kemampuan untuk mengambil risiko untuk berwirausaha, sangat sedikit hubungannya dengan kepribadian seseorang. Mengambil risiko untuk berwirausaha lebih besar hubungannya terhadap bagaimana kemampuan aksebilitas dan bagaimana dia mengenal pengalaman berwirausaha.
Mereka yang dapat membayangkan dirinya sedang menjalankan bisnis, dialah yang sering bisa mewujudkan niat wirausahanya. Sedangkan mereka yang selalu dibayangi kekhwatiran bahwa wirausaha adalah sebuah hal yang menakutkan, yang penuh risiko, akhirnya tidak pernah mewujudkan niatnya.
Berikut empat tips yang diharapkan bisa membantu mewujudkan niat wirausaha Anda:
Pertama, cari teman-teman baru. Salah satu cara terbaik untuk mempelajari wirausaha adalah dengan berteman dengan sejumlah pengusaha. Tidak musti berteman dengan pengusaha yang kaya, tetapi bertemanlah dengan pelaku usaha yang biasa di mana dia bekerja untuk dirinya sendiri. Mulai dengan bergaul dengan pengusaha yang dekat dengan tempat tinggal Anda. Itu bisa membantu menciptakan pemikiran, "Jika mereka bisa, maka saya juga."
Bertemulah dengan pelaku usaha dari berbagai industri. Semakin beragam gaya kewirausahaan yang ditemui, maka semakin kaya pengalaman kita.
Lantas bagaimana jika kita tidak kenal satu orang pun pengusaha? Mulailah bertanya dengan orang-orang untuk mengenalkan Anda ke sejumlah pengusaha. Bisa juga dengan mengikuti sebuah kelompok lewat LinkedIn atau Facebook. Cari teman pelaku usaha dari sana. Siapa tahu Anda bisa banyak bertemu pengusaha lewat jejaring sosial tersebut.
Kedua, pilih sejumlah pelaku usaha sebagai panutan. Pelaku usaha yang dijadikan contoh kiranya yang sudah terbukti kesuksesannya di dunia usaha. Mungkin kita tidak bisa berbincang dengan mereka secara dekat, tapi kita bisa melakukan analisa kesuksesannya. Kita bisa memilih sejumlah merek ataupun perusahaan yang kita sukai.
Lalu, coba telaah pemilik usahanya melalui banyak hal seperti situs perusahaannya dan profil pengusahanya di media atau artikel lainnya. Bahkan mungkin ada buku mengenai otobiografi pengusaha tersebut yang bisa kita baca. Pelajari kepribadiannya dan gaya kepemimpinannya yang telah sedemikian rupa membentuk mereka atau perusahaan yang dijalankannya.
Ketiga, coba senangi bisnis kecil sebagai seorang pelanggan. Selain berteman dengan pengusaha, penting juga untuk berhubungan dengan bisnisnya. Tidak perlu langsung berpikir sebuah bisnis besar. Coba lirik sebuah bisnis kecil atau bisnis yang baru saja dimulai yang Anda sukai.
Cari tahu pengalaman atau cerita pemilik usahanya. Apa yang mereka lakukan untuk menjadi berbeda. Lantas berpikirlah sebagai seorang konsumen karena dengan cara itu Anda bisa tahu apa yang menarik yang kiranya bisa diambil sebagai masukan untuk usaha Anda.
Keempat, melawan mitos berbicara bisnis. Maksudnya, sering kali calon pelaku usaha berpikir bahwa dibutuhkan pengetahuan dan keahlian yang mumpuni untuk memulai usaha. Padahal tidak perlu menjadi lulusan MBA untuk berwirausaha.
Apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan pengetahuan berbisnis? Coba berlangganan sebuah majalah bisnis dan baca sesuatu yang Anda suka. Melalui hal itu, Anda bisa melihat bagaimana seseorang mengembangkan bisnisnya ataupun bagaimana menangani suatu masalah dalam berbisnis.
Jika Anda telah mulai berteman dengan pelaku usaha, belajar banyak dengan membaca apa pun, berpikir lebih mengenai seperti apa menjadi seorang pengusaha, maka Anda akan tahu bahwa berbisnis tidak semenakutkan yang Anda pikir selama ini. Anda pun tidak perlu menunggu suatu waktu untuk menjadi wirausahawan, tapi sesegera mungkin. (kompas.com)
Saturday, April 14, 2012
5 Tips Menghasilkan Uang Melalui Blog Anda
Meningkatkan Potensi Penghasilan Blog Anda dengan 5 Tips Monetisasi Blog ini
Banyak blogger ingin menemukan cara untuk menghasilkan pendapatan dari blog mereka. Berikut adalah lima tips untuk menghasilkan uang dari blog dan mulai membawa uang dari upaya blogging anda.
Iklan
Iklan di blog adalah cara paling mudah untuk memperoleh penghasilan dari usaha blogging. Iklan bisa datang dalam bentuk link teks atau iklan banner dan banyak pilihan iklan yang tersedia dan dapat dengan mudah mendapat bayaran per klik, pembayaran per post dan program afiliasi online. Google AdSense, Amazon Associates, Afiliasi eBay dan Pay Per Post adalah beberapa dari program periklanan yang paling umum dan tersedia untuk blogger.Barang Dagangan / Merchandise
Cara lain yang cukup sederhana untuk menghasilkan dari blog adalah dengan menjual barang melalui layanan seperti CafePress yang akan bekerjasama dengan anda untuk membuat produk kustom untuk dijual melalui blog anda.Ulasan
Blogger dapat menghasilkan uang dengan meninjau produk, peristiwa, bisnis dan lainnya melalui posting blog.E-book
Cara yang baik untuk memperoleh pendapatan di blog adalah dengan menulis sebuah ebook dan menawarkan untuk dijual melalui blog anda. Ebooks sangat sukses untuk blogger yang telah memposisikan diri sebagai ahli di bidangnya dan mengiklankan ebooks mereka sebagai informasi tambahan atau eksklusif hanya untuk pembaca blog mereka.sumbangan / donasi
Banyak blogger menambahkan tombol donasi ke blog mereka yang meminta pembaca untuk membuat sumbangan dana dalam upaya menjaga blog ini tetap hidup. Sumbangan juga diminta dengan taglines menarik seperti, “Jika anda suka blog ini, mengapa tidak membelikan saya secangkir kopi dan donat?” Link yang mengarahkan sumbangan pembaca menuju website lain seperti PayPal di mana individu dapat dengan mudah membuat transaksi sumbangan mereka. (permata.net)




